KISAH MENGHARUKAN SANG MALAIKAT KECIL
Sudah menjadi kebiasaan setiap selesai sholat jum’at tiap pekannya,
seorang Imam (masjid) dan anaknya yang berumur 11 tahun membagikan
brosur atau pun buku-buku islam di jalan-jalan dan keramaian,
diantaranya sebuah buku dakwah yang berjudul “at-thoriq ilal jannah”
(jalan menuju surga).
Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik-rintik air hujan
yang membuat manusia benar-benar malas untuk keluar rumah. Namun si anak
telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dingin,
lalu ia berkata,
“Saya sudah siap, Abi!”
“Siap untuk apa nak?”
“Abi, bukankah ini waktunya kita membagikan buku ‘jalan menuju surga’?”
“Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.”
“Tapi Abi, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka meski suasana sangat dingin.”
“Saya tidak tahan dengan suasana dingin di luar.”
“Abi, jika diijinkan, saya ingin menyebarkan buku ini.”
Sang ayah diam sejenak lalu berkata
“Baiklah, tapi bawa beberapa buku saja, jangan banyak-banyak.”
Anak itupun keluar di jalanan kota untuk membagikan buku kepada orang yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu.
Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Jalanan sepi dan ia tak
menjumpai lagi orang di jalanan. Lalu ia mendatangi sebuah rumah untuk
membagikan buku itu. Ia pencet tombol bel rumah….tapi tak ada yang
menjawab. Ia pencet lagi..dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi,
namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia
kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan keras.
Tak lama kemudian, pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan
raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam berkata, “Apa yang bisa
saya bantu wahai anakku?”
Dengan wajah ceria, dan senyum yang bersahabat si anak berkata,
“Sayyidati (panggilan penghormatan untuk seorang wanita), mohon maaf
jika saya mengganggu Anda, saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah
mencintai Anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa buku dakwah untuk
Anda yang mengabarkan kepada Anda bagaimana mengenal Allah, apa yang
seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh ridha-Nya.”
Anak itu menyerahkan bukunya, dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata, “Terimakasih Nak...
Satu pekan berlalu....
Seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia
mempersilakan jama’ah untuk bertanya, atau ingin mengutarakan sesuatu.
Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata, “Tak ada di
antara hadirin ini yang mengenalku, dan baru kali ini saya datang ke
tempat ini. Sebelum Jumat yang lalu saya merasa belum menjadi seorang
muslimah, dan tidak berpikir untuk menjadi seperti ini. Sekitar sebulan
suamiku meninggal, padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia
ini. Hari Jumat yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi
gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapan untuk hidup. Maka
saya mengambil tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas di
rumahku. Saya ikat satu ujung tali di kayu atap…saya berdiri di
kursi…lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya ke leher, saya ingin
bunuh diri karena kesedihanku…
Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah di lantai bawah. Saya
menunggu sesaat dan tidak menjawab, “paling sebentar lagi pergi”
batinku.
Tapi ternyata bel berdering lagi, ditambah ketukan pintu yang makin
kuat. Saya ragu, “Siapa kira-kira yang datang ini, setahuku tak ada
satupun orang yang mungkin memiliki keperluan atau perhatian
terhadapku.” Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher, dan saya
turun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
Saat kubuka pintu, kulihat seorang bocah yang ceria wajahnya, dengan
senyuman laksana malaikat yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Dia mengucapkan kata-kata yang menyentuh sanubariku, “saya hanya ingin
mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.” Kemudian
anak itu menyodorkan buku kepadaku yang berjudul, “Jalan menuju surga.”
Akupun segera menutup pintu, aku mulai membaca isi buku itu. Setelah
membacanya, seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku,
karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.
Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal
Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan
alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian
yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat, hingga
aku terbebas dari kekalnya api neraka, dan mudah-mudahan menjadi jalan
selamat dari kesengsaraan menuju surga yang abadi.
Mengalirlah air mati para jamaah yang hadir di masjid, gemuruh
takbir..Allahu Akbar..menggema di ruangan. Sementara sang Imam turun
dari mimbarnya, menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan
memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para
jamaah.
Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayah pun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.
Rabu, 29 Oktober 2014
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS
Sudah Siapkah ketika Orangtua Kita Berkata Jujur?
Kisah oleh Hilman Rosyad Syihab, kami ambil dari sebuah group LDK di WA, semoga menginspirasi....
Kisah oleh Hilman Rosyad Syihab, kami ambil dari sebuah group LDK di WA, semoga menginspirasi....
Kemarin lalu, saya bertakziah mengunjungi salah seorang
kerabat yang sepuh. Umurnya sudah 93 tahun. Beliau adalah veteran perang
kemerdekaan, seorang pejuang yang shalih serta pekerja keras. Kebiasaan
beliau yang begitu hebat di usia yang memasuki 93 tahun ini, beliau
tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid untuk Maghrib, Isya
dan Shubuh.
Qadarallah, beliau mulai menua dan tidak mampu bangun dari
tempat tidurnya sejak dua bulan lalu. Sekarang beliau hanya terbaring di
rumah dengan ditemani anak-anak beliau. Kesadarannya mulai menghilang.
Beliau mulai hidup di fase antara dunia nyata dan impian. Sering
menggigau dan berkata dalam tidur, kesehariannya dihabiskan dalam
kondisi tidur dan kepayahan.
Anak-anak beliau diajari dengan cukup baik oleh sang ayah.
Mereka terjaga ibadahnya, berpenghasilan lumayan, dan akrab serta dekat.
Ketika sang ayah sakit, mereka pun bergantian menjaganya demi berbakti
kepada orangtua.
Namun ada beberapa kisah yang mengiris hati; kejadian jujur
dan polos yang terjadi dan saya tuturkan kembali agar kita bisa
mengambil ibrah.
Terkisah, suatu hari di malam lebaran, sang ayah dibawa ke
rumah sakit karena menderita sesak nafas.
Malam itu, sang anak yang
kerja di luar kota dan baru saja sampai bersikeras menjaga sang ayah di
kamar sendirian. Beliau duduk di bangku sebelah ranjang. Tengah malam,
beliau dikejutkan dengan pertanyaan sang ayah,
"Apa kabar, pak Rahman? Mengapa beliau tidak mengunjungi saya yang sedang sakit?" tanya sang ayah dalam igauannya.
Sang anak menjawab, "Pak Rahman sakit juga, Ayah. Beliau
tidak mampu bangun dari tidurnya." Dia mengenal Pak Rahman sebagai salah
seorang jamaah tetap di masjid.
"Oh...lalu, kamu siapa? Anak Pak Rahman, ya?" tanya ayahnya kembali.
"Bukan, Ayah. Ini saya, Zaid, anak ayah ke tiga."
"Ah, mana mungkin engkau Zaid? Zaid itu sibuk! Saya bayar
pun, dia tidak mungkin mau menunggu saya di sini. Dalam pikirannya,
kehadirannya cukup digantikan dengan uang," ucap sang ayah masih dalam
keadaan setengah sadar.
Sang anak tidak dapat berkata apa-apa lagi. Air mata
menetes dan emosinya terguncang. Zaid sejatinya adalah seorang anak yang
begitu peduli dengan orangtua. Sayangnya, beliau kerja di luar kota.
Jadi, bila dalam keadaan sakit yang tidak begitu berat, biasanya dia
menunda kepulangan dan memilih membantu dengan mengirimkan dana saja
kepada ibunya. Paling yang bisa dilakukan adalah menelepon ibu dan ayah
serta menanyakan kabarnya. Tidak pernah disangka, keputusannya itu
menimbulkan bekas dalam hati sang ayah.
Kali yang lain, sang ayah di tengah malam batuk-batuk
hebat. Sang anak berusaha membantu sang ayah dengan mengoleskan minyak
angin di dadanya sembari memijit lembut. Namun, dengan segera, tangan
sang anak ditepis.
"Ini bukan tangan istriku. Mana istriku?" tanya sang ayah.
"Ini kami, Yah. Anakmu." jawab anak-anak.
"Tangan kalian kasar dan keras. Pindahkan tangan kalian!
Mana ibu kalian? Biarkan ibu berada di sampingku. Kalian selesaikan saja
kesibukan kalian seperti yang lalu-lalu."
Dua bulan yang lalu, sebelum ayah jatuh sakit, tidak pernah
sekalipun ayah mengeluh dan berkata seperti itu. Bila sang anak
ditanyakan kapan pulang dan sang anak berkata sibuk dengan pekerjaannya,
sang ayah hanya menjawab dengan jawaban yang sama.
"Pulanglah kapan engkau tidak sibuk."
Lalu, beliau melakukan aktivitas seperti biasa lagi.
Bekerja, shalat berjamaah, pergi ke pasar, bersepeda. Sendiri.
Benar-benar sendiri. Mungkin beliau kesepian, puluhan tahun lamanya.
Namun, beliau tidak mau mengakuinya di depan anak-anaknya.
Mungkin beliau butuh hiburan dan canda tawa yang akrab
selayak dulu, namun sang anak mulai tumbuh dewasa dan sibuk dengan
keluarganya.
Mungkin beliau ingin menggenggam tangan seorang bocah kecil
yang dipangkunya dulu, 50-60 tahun lalu sembari dibawa kepasar untuk
sekadar dibelikan kerupuk dan kembali pulang dengan senyum lebar karena
hadiah kerupuk tersebut. Namun, bocah itu sekarang telah menjelma
menjadi seorang pengusaha, guru, karyawan perusahaan; yang seolah tidak
pernah merasa senang bila diajak oleh beliau ke pasar selayak dulu.
Bocah-bocah yang sering berkata, "Saya sibuk...saya sibuk. Anak saya
begini, istri saya begini, pekerjaan saya begini." Lalu berharap sang
ayah berkata, "Baiklah, ayah mengerti."
Kemarin siang, saya sempat meneteskan air mata ketika
mendengar penuturan dari sang anak. Karena mungkin saya seperti sang
anak tersebut; merasa sudah memberi perhatian lebih, sudah menjadi anak
yang berbakti, membanggakan orangtua, namun siapa yang menyangka semua
rasa itu ternyata tidak sesuai dengan prasangka orangtua kita yang
paling jujur.
Maka sudah seharusnya, kita, ya kita ini, yang sudah
menikah, berkeluarga, memiliki anak, mampu melihat ayah dan ibu kita
bukan sebagai sosok yang hanya butuh dibantu dengan sejumlah uang.
Karena bila itu yang kita pikirkan, apa beda ayah dan ibu kita dengan
karyawan perusahaan?
Bukan juga sebagai sosok yang hanya butuh diberikan baju
baru dan dikunjungi setahun dua kali, karena bila itu yang kita
pikirkan, apa bedanya ayah dan ibu kita dengan panitia shalat Idul Fitri
dan Idul 'Adha yang kita temui setahun dua kali?
Wahai yang arif, yang budiman, yang penyayang dan begitu
lembut hatinya dengan cinta kepada anak-anak dan keluarga, lihat dan
pandangilah ibu dan ayahmu di hari tua. Pandangi mereka dengan pandangan
kanak-kanak kita. Buang jabatan dan gelar serta pekerjaan kita.
Orangtua tidak mencintai kita karena itu semua. Tatapilah mereka kembali
dengan tatapan seorang anak yang dulu selalu bertanya dipagi hari, "Ke
mana ayah, Bu? Ke mana ibu, Ayah?"
Lalu menangis kencang setiap kali ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.
Wahai yang menangis kencang ketika kecil karena takut
ditinggalkan ayah dan ibu, apakah engkau tidak melihat dan peduli dengan
tangisan kencang di hati ayah dan ibu kita karena diri telah
meninggalkan beliau bertahun-tahun dan hanya berkunjung setahun dua
kali?
Sadarlah wahai jiwa-jiwa yang terlupa akan kasih sayang
orangtua kita. Karena boleh jadi, ayah dan ibu kita, benar-benar telah
menahan kerinduan puluhan tahun kepada sosok jiwa kanak-kanak kita; yang
selalu berharap berjumpa dengan beliau tanpa jeda, tanpa alasan sibuk
kerja, tanpa alasan tiada waktu karena mengejar prestasi.
Bersiaplah dari sekarang, agar kelak, ketika sang ayah dan
ibu berkata jujur tentang kita dalam igauannya, beliau mengakui, kita
memang layak menjadi jiwa yang diharapkan kedatangannya kapan pun juga.
Smoga mnjadi bahan renungan bagi kita semua.
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS
PC 3D Tanpa Kacamata dari Fujitsu, Pertama di Dunia
Layanan TI raksasa Jepang Fujitsu, pada hari selasa memperkenalkan
produk yang disebut sebagai komputer desktop pertama di dunia dengan
tampilan yang memungkinkan para pengguna untuk melihat gambar-gambar 3D
tanpa menggunakan kacamata khusus. PC desktop Esprimo FH99/CM, yang masuk dalam daftar seri komputer FMV, liquid crystal display atau
LCDnya dilapisi dengan papan atau panel konversi yang memungkinkan para
pengguna untuk melihat gambar-gambar tiga dimensi pada layar.
Perusahaan tersebut rencananya akan meluncurkan PC 3D pada tanggal 25 Februari di Jepang, dan mempertimbangkan kemudian mengenai peluncuran di luar Jepang.
Fujitsu sudah meluncurkan komputer desktop 3D yang membutuhkan penggunaan kacamata khusus.
"Tanpa harus memakai kacamata, anda dapat menikmati menonton gambar-gambar 3D dengan teman-teman anda," tutur insinyur Fujitsu Toshiro Ohbitsu. "Anda dapat membagi kehebohan ini bersama keluarga." Demikian seperti yang dikutip dari Physorg (12/01/11).
Komputer tersebut memungkinkan para pengguna untuk merekam dan menonton televisi serta mengedit gambar-gambar.
Bulan lalu, Toshiba meluncurkan di Jepang sebuah produk yang disebut sebagai televisi pertama di dunia yang memperkenankan para penonton untuk melihat gambar-gambar 3D tanpa kacamata khusus, di tengah-tengah persaingan ketat pasar sebagai ketika teknologi tersebut mendapatkan momentum.
Banyak industri mengatakan bahwa permintaan televisi 3D tertahan karena ketidakmauan konsumen untuk memakai kacamata.
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS
SEJARAH DAJJAL DARI NABI MUSA HINGGA TURUNNYA NABI ISA
Sejarah Dajjal Dari Nabi Musa Hingga Turunnya Nabi Isa
Menurut Dr. Isa Daud (Kemunculan Dajjal di Segi Tiga Bermuda, 2000),
Dajjal lahir 100 tahun sebelum kelahiran Nabi Musa as. Ia terlahir
dengan nama Musa. Kata ini diambil dari bahasa Mesir, yang artinya
terapung. Karena memang Dajjal pada masa kecilnya terapung di atas air
karena bencana tsunami di negeri Samirah, Palestina. Nama lengkap Dajjal
adalah Musa Samiri, yang artinya, Musa dari negeri Samirah. Jadi ada
dua musa yang popular di kalangan Bani Israil, yaitu Musa bin Imron,
yang kelak menjadi Rasul dan Musa Samiri, yang merupakan cikal bakal
Dajjal dan utusan Iblis laknatullah.
Dajjal terlahir dari keluarga penyembah patung sapi. Yang dalam Qur’an disebut Ijlu (anak
sapi). Dajjal terlahir dari perkawinan sedarah. Dampak dari perkawinan
ini, menjadikan Dajjal menjadi manusia cacat. Dengan mata buta sebelah.
Sejak kelahirannya, Dajjal tidak mau menyusui dan senantiasa tertidur.
Hingga mengakibatkan payudara ibunya mengalami pembengkakan hebat dan
menimbulkan panas yang luar biasa. Dua bulan kemudian ibunya meninggal.
Pada saat itulah di negeri Samirah gempa di dasar laut yang menimbulkan
tsunami yang sangat hebat. Seluruh negeri itu hancur dilibas banjir.
Nyaris penduduk pulau itu tak ada yang tersisa.
Atas bencana ini, Allah mengutus Jibril untuk menyelamatkan bayi Samiri,
biang Dajjal itu. Ia pun diselamatkan Jibril ketika terapung di atas
laut dan diselamatkan ke dalam sebuah gua. Di dalam gua ditengah pulau
terpencil itulah, Samiri dirorok oleh Malaikat Jibril. Menurut riwayat,
Samiri diberi air susu dari surga yang keluar dari jempol Malaikat
Jbril. Begitulah hari-hari Samiri dibesarkan dalamasuhan raja malaikat:
JIbril as.
Banyak pengetahuan yang didapat Samiri dari Jibril, meski bukan dalam
kata-kata. Di ntara pengetahuannya adalah: setiap benda yang disentuh
oleh Jibril bisa hidup. Seolah-olah ada ruhnya. Karenaya Jibril diberi
gelar Ruhul Qudus atau Ruhul Amin. Konon ketika Nabi Isa menghidupkan
orang-orang mati di hadapan Bani Israil, Jibrillah yang membantunya,
dengan cara menempelkan sayapnya di atas kuburan-kuburan. Pengetahuan
inilah yang kelak menyesatkan Bani Israil, menjadi penyembah patung anak
sapi dari emas, ketika Nabi Musa bersemedi di Gunung Thursina selama 40
hari. Kisah ini dengan sangat panjang lebar dimuat dalam Qur’an Surat
Thaha.
Pada usia muda remaja, keluarlah Samiri dari persembuyiannya. Sejak itu
Samiri punya cita-cita aneh. Ia bercita-cita ingin menjadi tuhan. Dan
agar manusia menyembahnya. Ini dikarenakan Samiri punya
keistimewaan-keistimewaan, berkat pergaulannya dengan Malaikat Jibril.
Di samping itu, Samiri punya kelebihan dari Allah berupa kecakapan luar
biasa dan kesehatan. Diriwayatkan, Dajjal tidak pernah tua dan pikun.
Setiap mencapai usia 100 tahun akan menjadi muda kembali. Itulah antara
lain kelebihan Allah yang diberikan kepada Dajjal Samiri. Maka dalam
perjalanannya yang pertama ini, Dajjal berinisiatif untuk mendatangi
guru-guru sihir ternama dan berguru kepadanya. Diantara guru ternama itu
seorang penyihir dari Yaman. Tentu saja setelah mengunjungi dan
menjajal master-master sihir di Mesir, yangmemang pada waktu itu profesi
sihir banyak dimanfaatkan oleh para Fir’aun. Akhirnya Samiri berhasil
mengalahkan guru-urunya dalam ilmu sihir. Dengan dasar inilah, hingga
kini, Dajjal sebagai master sihir tiada duanya di seluruh dunia di
samping penguasaannya pada teknologi.
Dalam perjalanannya, Dajjal selalu datang pada setiap masa kenabian
untuk menyesatkan umat manusia. Pertama kali ia pernah menyesatkan Bani
Israil dari penyembahan kepada Allah kepada patung sapi dari emas.
Sungguh suatu prestasi yang mengagumkan. Disebut mengagumkan karena
pada waktu itu ada Nabi Harun sebagai pembimbing ruhani di tengah-tengah
mereka. Dan yang jelas Musa masih hidup. Hanya saja sedang bermeditasi
di Bukit Tursina.
Pada zaman Nabi Isa ia pun datang. Namun diusir oleh Nabi Isa. Namun
berhasil menyesatkan umat, setelah kematian Nabi Isa pada usia 33 tahun.
Penyesatan Samiri selalu masalah akidah. Bani Israil setelah Nabi Isa
mayoritas tidak lagi menyembah Allah Yang Esa, melainkan lahir konsep
tiga tuhan (trinitas); penebusan dosa; peniadaan tradisi khitan bagi
laki-laki; menghalalkan babi dan riba dan perbuatan-perbuatan bid’ah
lainnya. Samiri menyebarkan gagasannya ini melalui murid kesayangannya
yang bernama Paulus (Saul), yang kemudian mengaku dirinya sebagai rasul.
Dalam sejarahnya Saul merupakan musuh Nabi Isa. Sama seperti Samiri,
Saul dilahirkan dan hidup ditengah-tengah keluarga Yahudi yang doyan
menyembah anak sapi. Disamping itu juga, Saul hidup sebagai seorang
filosuf pagan yang memadukan antara filsafat Yunani dan ajaran Yahhudi.
Kelak Saul tidak hanya mensintesakan dua ajaran itu tapi lebih jauh
membuat sintesa dengan ajaran-ajaran di Timur Dekat dan wilayah Bulan
Sabit Yang Subur. Tidak hanya itu Saul juga membuat gereja-gereja di
seluruh dunia. Inilah cikal bakal Katolikisme (Katolik secara harfiah
artinya dunia).
Pada zaman Rasulullah SAW pun, Samiri mendatangi dan hidup dengan para
sahabat. Ia memiliki nama samara: Dihyatul Kalbi. Umar Bin Khottob
bermaksud membunuhnya. Namun Rasulullah melarangnya. Sama seperti
nabi-nabi terdahulu (Musa dan Isa) selalu membiarkannya.
Karena dibiarkan hidup, Samiri leluasa bergerak menyesatkan umat.
Sekte-sekte sesat dalam Islam dan nabi palsu pasti tidak luput dari
proyek Samiri: Sang Dajjal. Ribuan hadist palsu yang dibikin oleh
orang-orang Yahudi dan orang muslim munafik, pasti mendapat sentuhan
dari tangan Samiri.
Zaman modern. Peluang Dajjal untuk menyesatkan manusia secara massal
semakin terbuka. Pasca revolusi Prancis merupakan zaman baru bagi
Dajjal. Humanisme, yang intinya adalah anti tuhan dan sebagai gantinya,
manusialah yang dijadikan tuhan. Gagasan humanisme persis seperti misi
Dajjal. Untuk melancarkan programnya, Dajjal memilih orang terpilih dari
kalangan yang berdarah Yahudi. Atau dari Nasrani tapi masih berdarah
Yahudi. Atau dari luar ras Yahudi tapi sudah ter-Yahudikan, Adam
Waisput, yang mengobarkan kembali jaringan Masonik di seluruh dunia.
Dajjal berhasil mendidik putra-putra Yahudi sebagai ras terbaiknya.
Putra-putra Yahudi itu antara lain Renan, yang merupakan kawan dari
Muhammad Abduh, Jendral Meji dari Jepang, Auguste Comte, Perancis dan
dua orang dari keluarga rahib Yahudi tulen: Karl Marx dan Sigmund
Freud. Tak ketinggalan seorang pendeta Nasrani yang murtad menjdi
ateis; Frederick Neitze. Kesemua gagasan orang-orang itu semuanya
sama: ateis. Dan menjadikan manusia sebagai tuhan bagi dirinya sendiri.
Pada abad 19 agama masehi di Eropa nyaris sekarat. Ia mendapat gempuran
hebat – terutama dari ketiga pemikir Yahudi itu – yaitu dari Karl Marx,
Freud dan Comte. Kesimpulannya sama: agama itu ilusi. Agama itu bohong.
Agama merusak dan menghinakan manusia. Marx berpendapat, agama merupakan
candu masyarakat. Agama tidak lebih dari bayang-bayang dunia materi.
Jadi yang sebenarnya ada adalah materi. Agama itu bayang-bayang. Dan
karenanya sebenarnya agama bikinan manusia sendiri, bukan berasal dari
tuhan. Freud, mendefinisikan agama lebih jijik lagi. Agama, katanya
tidak lebih dari nafsu birahi yang tertahan, yang tidak tersalurkan
secara bebas. Dan Comte, memandang agama sebagai tahap primitive dari
pemikiran manusia. Karena tahap primitive manusia sudah terlewati, agama
tak dibutuhkan lagi.
Dua orang pertama, Freud dan Comte sangat kuat pengaruhnya pada dunia
ilmiah. Sehingga pengetahuan ilmiah menjadi kehilangan aroma
spiritualnya. Pengetahuan ilmiah yang meniadakan dunia ruhani. Tak ada
dunia kecuali dunia sekarang ini: dunia materi. Sedang Karl Marx kuat
pengaruhnya pada dunia politik. Karena Marx- lah komunisme
diformulasikan dan tersebar ke seluruh alam. Baik pengetahuan ilmiah
atau pun Komunisme, sama –sama ateis dan menuhankan manusia sebagai
pengganti Allah. Inilah antara lain keberhasilan Dajjal dalam bidang
sains dan politik abad ke 20. Dajjal semakin mondial. Kapitalisme
merupakan perangkap Dajjal paling efektif. Manusa dibuat sedemikian rupa
untuk menuhankan benda di samping manusia. Amerika disinyalir menjadi
sarang Dajjal pada abad ini. Setelah Perang Dunia ke-2, pertarungan
dunia dimenangkan oleh Amerika. Dajjal dan pasukan rahib-rahib Yahudi
mengendalikan Amerika dan sekutunya. Setempel Dajjal ada dalam mata
uang dollar Amerika. Bintang Daud memenuhi simbol-simbol instansi dari
milter sampai hiburan. Teelvisi pun menjadi sarana efektif kampanye
Dajjal dan Yahudi.
Demikianlah, Dajjal dan Yahudi untuk sementara ini berda dalam puncak
kemenangan. Tak satu sektor pun yang tak tersentuh oleh Dajjal.
Sampai-sampai Amerika pun mereka ganti dengan nama Dajjal: Samiri.
Kemudian disingkat Sam, merupakan kependekan dari Samiri. Mereka ingin
disebut Uncle Sum. Dalam simbolnya Uncle Sam digambarkan seseorang yang
berseragam rahib Yahudi: menggunakan tudung laken, berjenggot dan
berkumis tebal serta mengenakan setelan jas dan dasi. Persis seragam
rahib Yahudi.
Namun di balik itu, kekuatan muslim yang sejati, yang mendasarkan pada
iman, mulai tumbuh dan berkembang. Orang-orang Islam dari berbagai
kalangan mulai bergairah mengamalkan agama. Mesjid-mesjid sedikit-demi
sedikit mulai dipenuhi jamaah. Shalat berjamaah, yang merupakan amalan
paling ditakuti oleh Dajjal dan Yahudi mulai marak dilaksanakan di
masjid-masjid. Orang-orang mulai tertarik kepada amalan Sunnah
Rasulullah, dari mulai ibadah, mua’amalah, mua’syarah sampai pada
pengobatan. Amalan sunnah ini salah satu amalan yang paling ditakuti
oleh kaum kufar setelah dakwah dan shalat berjamaah.
Dari segi politik, kaum muslimin kini telah merangkak menuju kepemimpinan Khilafah ala minhajin nubuwwah.
Suatu sistem politik yang pernah ada pada zaman keemasan. Walau belum
menampakan hasil secara politik, tapi sesungguhnya keberhasilan itu ada.
Namun kekuatan itu mengalir laksana air: pelan, lembut namun pasti,
tengah menuju kepada kekuatan dahsyat.
Imam Mahdi Al-Muntadhar, yang dulu masih menjadi pertanyaan bagi
sebagaian kaum muslimin, kini kepemimpinan itu menjadi lebih mungkin
terwujud dalam waktu dekat. Semakin banyak kaum muslimin yang optimis
akan kedatangan Imam Mahdi sebagai mana dijanjikan oleh Hadist Nabi.
Justru keyakinan ini tibul bagi orang-orang istiqomah memperjuangkan
Islam dan umatnya.
Kelak Imam Mahdi beserta pasukan kaum muslimin yang beriman, mula-mula
akan menaklukan Mekkah yang kini dikuasai oleh Wahabisme-Salafisme,
yakni suatu gerakan yang banyak memecah belah kaum muslimin daripada
mempersatukannya. Suatu gerakan yang banyak menguasai mesjid dengan
masalah fiqihnya dengan cara menyakiti umat dan sedikitpun tidak mampu
membendung arus Kristenisasi. Lebih banyak mengeluarkan umat Islam ke
luar Islam, dengana cara menuduh bid’ah dari pada memasukan orang kafir
ke Islam. Atau paling tidak memasukan orang Islam ke dalam Islam
sendiri.
Setelah menaklukan Wahabi dan Salafi di Jazirah Arab, Al-Mahdi akan
menaklukan Persia. Pusat Syi’ah dan bid’ah terbesar di dunia. Bahkan
Dajjal kelak akan keluar di negeri ini, yakni di negara bagian Isfahan,
Persia. Turki Sekuler menjadi sasaran selanjutnya. Dalam struktur
Masonik Internasional, Turki dimasukkan sebagai suku ke-13 dari ras
Yahudi. Kita tidak tahu persis ras Yahudi yang jumlahnya 12, menjadi 13
setelah mendapat tambahan dari ras bangsa Turki.
India, menjadi target selanjutnya. Inilah pusat kegelapan dunia di zaman
modern. Saat orang telah meninggalkan penyembahan pada binatang, India
masih saja menyembah binatang. Sapi, monyet dan ular diyakini sebagai
tuhan-tuhan mereka. Kalau saja tida orang-orang dakwah, India merupakan
miniatur bangsa kuno di abad modern. Suatu saat pada masa Imam Mahdi,
satu miliar penduduk India akan masuk Islam.
Target selanjunya adalah bangsa Kiraman, demikianlah Nabi Muhammad
menyebutnya. Nabi menyebutkan ciri-ciri orang Kirman adalah bermata
sipit. Ini mengisayaratkan kepada bangsa-bangsa yang berada di Asia
Timur: Cina, Jepang, Mongol, Korea dan termasuk Indonesia. Karena
Indonesia secara geneologis berasal dari Cina. Hanya kulitnya saja yang
berbeda karena perbedaan iklim antara Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pada asasnya sama.
Akhirnya Imam Mahdi dengan dibantu oleh Isa bin Maryam akan mendatangi
Roma, pusat Katolik dan pusat bid’ah dalam tradisi agama Abraham (Nabi
Ibrohim). Pada saat inilah Isa dan kaum muslimin yang beriman akan
bersemangat menghacurkan salib,sebagai simbol kemusyrikan dan merupakan
bid’ah besar dalam tradisi Abrahamik. Selain itu juga akan memusnahkan
babi, yang pernah dihalalkan oleh Paulus, pendiri Katolik. Pada saat
inilah seluruh orang-orang Nasrani akan berduyun-duyun masuk Islam.
Setelah peristiwa ini manusia terbagi dua: Islam dan Yahudi. Mengapa
demikian? Karena seluruh manusia telah memeluk Islam. Kecuali bagsa
Yahudi. Bangsa yang kini tidak lebih 12 juta ini memilih mati daripada
harus memeluk Islam. Akhirnya mereka dibunuh oleh kaum muslimin tanpa
kecuali. Hingga akhirnya kaum Yahudi lari terbirit-birit danv
bersembunyi di balik bebatuan dan pepohonan. Anehnya, saking bencinya
batu dan pohon itu atas orang-orang Yahudi, mereka pun memberitakan
tempat persembunyian Yahudi kecuali Pohon Gorqod. Kata Nabi, karena ia
merupakan pohon Yahudi.
Pada penaklukkan Roma itu pula, Dajjal, si pengecut keluar dari persembunyiannya. Dalam hadist disebutkan: yakhruju dajjal min issbahan ma’a sab’ina junudan min al-yahud (Akan
keluar Dajjal beserta 70 ribu pasukan Yahudi di Ishbahan). Pada Hadist
lain, disertai pula dengan 70 ribu ulama jahat; para wanita yang tidak
menutup aurat dan para pemusik.
Dajjal akan menyerang Syam (Palestina), menghancurkan pasukan Imam Mahdi
dan Isa bin Maryam. Pada waktu itu setelah shalat Subuh, jama’ah mesjid
yang dipimpin oleh Al-Mahdi keluar. Sementara Dajjal bermaksud
menyerangnya. Nabi Isa dan pasukan kaum muslimin bertemu dengan pasukan
Dajjal. Kedua pasukan itu pun bertemu. Terjadilah perang campuh, hingga
akhirnya seperti diceritakan di atas.
Ketika pasukan Yahudi mulai keteter, Dajjal bermaksud melarikan diri.
Namun ia kepergok oleh Isa bin Maryam di gerbang Lud, Palestina. Saat
berhadapan dengan Isa Putra Maryam, badannya mendadak meleleh seperti
lilin kena api. Atau dalam lain riwayat, seperti garam terkena air.
Hancur. Maka setelah itu musnahlah sejarah Dajjal yang bercokol membuat
fitnah dan bid’ah selama lebih dari 4500 tahun.
Pasca pembunuhan Dajjal, dunia diliputi keamanan dan kedamaian.
Kemakmuran material dan spiritual mendapat titik temu. Dunia dipimpin
oleh seorang yang adil, kuat dan saleh. Itulah Al-Mahdi. Dialah
khalifah terakhir kaum muslimin dan dunia: Khilafah ala minhajin nubuwwah.
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS
SOSOKMU YANG TAK LAGI
Oleh Stephani Thalia
Tak dapat hilang dari pikirmu
Luka itu berbekas dihatimu
Hingga mengubah sosokmu
Merubah semua keramahan
Yang dulu selalu terpancar
Dari manisnya senyumanmu
Aku datang di hadapanmu
Tak ada setitikpun bagianku
Yang terlihat olehmu
kosong, matamu tampak kosong
Tak ada keramahan yang dulu ada
Bibirmu tak lagi dapat
mengucapkan sesuatu padaku
Seperti pikiranmu dikendalikan oleh sesuatu
Bukanlah dirimu yang kini kulihat
Setiap hari kupandangi sosokmu
Bukan dirimu yang dulu
Kini dirmu adalah engkau
Yang selalu hadir dalam hayalku
Ingin kudengar sepatah kata darimu
Ingin kau rangkai lagi
Kau sambung lagi tali tali
yang putus itu
Ingin aku mendengar suaramu itu
Yang merdunya bagai senandung surgawi
Kini semua tak kan lagi menyapa
Melihat senyumanmu setiap hari
Namun senyuman itu tak lagi untukku
Betapa ingin ku kembali ke masa silam
Dimana semua kisah belum berakhir
Ingin kuperbaiki dan kuulang
Semua hari-hari yang dulu kubuang
Andai aku dapat melakukannya
Memperbaiki semuanya
Merubah nasi yang telah menjadi bubur
Menjadi nasi kembali
Apa boleh buat
Semua memang sudah terjadi
Kini kuhidup dalam bayang bayang
Masa laluku meratapmu
Oleh Stephani Thalia
Tak dapat hilang dari pikirmu
Luka itu berbekas dihatimu
Hingga mengubah sosokmu
Merubah semua keramahan
Yang dulu selalu terpancar
Dari manisnya senyumanmu
Aku datang di hadapanmu
Tak ada setitikpun bagianku
Yang terlihat olehmu
kosong, matamu tampak kosong
Tak ada keramahan yang dulu ada
Bibirmu tak lagi dapat
mengucapkan sesuatu padaku
Seperti pikiranmu dikendalikan oleh sesuatu
Bukanlah dirimu yang kini kulihat
Setiap hari kupandangi sosokmu
Bukan dirimu yang dulu
Kini dirmu adalah engkau
Yang selalu hadir dalam hayalku
Ingin kudengar sepatah kata darimu
Ingin kau rangkai lagi
Kau sambung lagi tali tali
yang putus itu
Ingin aku mendengar suaramu itu
Yang merdunya bagai senandung surgawi
Kini semua tak kan lagi menyapa
Melihat senyumanmu setiap hari
Namun senyuman itu tak lagi untukku
Betapa ingin ku kembali ke masa silam
Dimana semua kisah belum berakhir
Ingin kuperbaiki dan kuulang
Semua hari-hari yang dulu kubuang
Andai aku dapat melakukannya
Memperbaiki semuanya
Merubah nasi yang telah menjadi bubur
Menjadi nasi kembali
Apa boleh buat
Semua memang sudah terjadi
Kini kuhidup dalam bayang bayang
Masa laluku meratapmu
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS
1. Bagian-bagian dari surat bisnis :
Letter
Head :
An
identity that contains the logo, name, address and phone of the sender of the
letter
-
Reference
Line :
In
the English language letters usually contain the first letters names of
executives who signed the letter, followed by a slash or a colon, then thename
of the letter types. Some companies add
a code or specific number based on their file system, reference letter placed
at the top of the above date.
-
Date
:
This
part of a letter dated. While the format of the date is month/ day / year.
-
Inside
Address :
This
section contains the name of acceptance letters, job title and company name
along with address.
-
Attention
Line :
An
Alternative to place recipients
-
Solutition
:
In
this section, the term used is “Dear Mr. / Mrs. / Ms. (Last admission name).
But if the name of the recipient is not known, write the name of the
department.
-
Subject
Line :
About
making recipients more likely to find the intent of the letter, Invitation for example, apology and so forth.
This is an optional part of a business letter,it means we can include them or
use British Style.
-
Body
of Letters :
The
letters is where you write down the things you want delivered. Paraghraph in
the letter must use single spacing and in the absence of separation between
each paraghraph. Leave a gap between the end of thecontent to cover.
-
Complimentary
Close :
This
section as a marker that your letter has been completed, usually ending with
the writing “sincerely”, “sincerely
yours”, “ Thank you” and so forth. Record, there is a comma at the end of the
closing and only the first letter that uses capital letters. Leave a gap of 3-4
lines between the closing with the name, which will be used for a signature.
-
Signature
:
Part
of this is my signature, usually using black or blue ink.
-
Enclosure
:
If
a letter containing the document or attachment other than the letter, the
author must show the amount of the attachment is by using the “Enclosure
(number attachment), example “Enclosure (5)”.
-
Carbon
Copy :
This
section is used to inform the recipient of the letter, that the letter was also
sent toparties who need to know the contents of the letter.
2. 2. Format-Format
darisuratbisnis :
-
Block
Format
The
format of a block on a business letter.Format business letter or a simple
simplest of the three letter format business because everything is laid out on
the left side of the letter.
-
Modified
Block Format
In
modified block format business letter, writing address location, date, closing,
the signature and name is in the right part of the letter.
-
Semi
block (indented) format
In
the semi block business letter format. Writing the format is almost the same as
the modified block format, but on the content, paragraph made further inside,
while the modified format block is not.
NAMA : RAKHA HABRIANTO
NPM : 25111811
KELAS :KB04
KELAS :KB04
Langganan:
Komentar (Atom)